Showing posts with label Otosport. Show all posts
Showing posts with label Otosport. Show all posts

Tuesday, 25 May 2010

Baju Balap dari Kulit Kanguru



Serat Kevlar ampuh digunakan sebagai rompi yang menahan laju peluru. Tapi untuk pembalap itu masih jauh dari cukup karena mereka butuh bahan yang tahan gesek hingga 27 meter.

Kulit adalah materi yang paling ideal untuk dibuat menjadi baju balap MotoGP. Tak Cuma mampu meredam benturan, daya tahan kulit terhadap gesekan merupakan yang teratas dibanding bahan lain.

Dan yang umum dipakai oleh produsen baju balap adalah kulit kanguru. Kulit kanguru memiliki daya tahan lebih baik dibanding kulit sapi, namun jauh lebih fleksibel demi kenyamanan pembalap.

Baju pembalap berbahan kulit bisa tahan terhadap gesekan aspal sejauh lebih kurang 27 meter. Sementara Kevlar hanya tahan tak sampai tujuh meter. Jaket dengan bahan nilon yang banyak kita gunakan akan terkoyak bahkan sebelum gesekan mencapai jarak dua meter.

Daya tahan yang tinggi terhadap gesekan dimiliki kulit karena jaringannya lebih rapat plus serat yang saling menyatu dan terkait dengan yang lain. Kulit setebal 0,9 mm sudah cukup untuk menahan gesekan. Namun untuk ajang MotoGP, produsen baju balap membuat produknya dengan ketebalan hingga 1,4 mm.

Ketebalan seperti itu sudah cukup membebani pembalap. Baju balap bermerek Dainese yang dipakai Rossi memiliki bobot 3,5 kg suit, sementara Alpinestar milik Dani Pedrosa lebih ringan dengan berat 3 kg.

Performa Red Bull Bikin Ferrari Bingung



Aksi mengadaptasi komponen atau teknologi lawan jadi hal yang lumrah di F1. Namun kecepatan dan dominasi Red Bull di awal musim 2010 ini membuat Ferrari bingung dibuatnya.

Dari enam balapan yang sudah dilangsungkan di musim ini, Red Bull berhasil memenangi tiga di antaranya. Torehan tersebut disempurnakan dengan rekor 100% pole position yang bergantian didapat Mark Webber dan Sebastian Vettel.

Saat ditanya soal performa RB6 kepunyaan Red Bull, Fernando Alonso mengaku kalau kubu Ferrari sampai tak kehabisan kata-kata untuk menjelaskannya.

"Akan menyenangkan jika kami bisa mengetahuinya. Itu luar biasa sulit untuk mengetahui kenapa sebuah kompetisi lebih baik di satu hal dan hal yang lainnya. Jadi sangat sulit untuk meniru mereka," ungkap Alonso di ESPNF1.

Di awal musim ini sempat berhembus kabar kalau Red Bull menggunakan suspensi aktif untuk menunjang performanya. Namun karena FIA telah melarang penggunaan teknologi tersebut, fakta bahwa Red Bull masih berada di depan membuat The Prancing Horse berpikir keras.

Alonso sendiri mengakui kalau mengikuti desain mobil lawan sangat mungkin dilakukan oleh Ferrari. Namun itu juga bukan langkah yang mudah karena berpengaruh pada banyak elemen di mobil dan filosofi tim asal Italia itu.

"Itu bisa saja dilakukan. Tapi apakah itu nantinya bisa bekerja, itu masalah lain, karena setiap tim punya filosofi desainnya sendiri yang akan sesuai dengan beragam elemen. Itu artinya Anda harus mengembangkan yang lebih bagus sesuai dengan arah masing-masing (tim)," pungkas juara dunia dua kali itu.